Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 April 2013
Materi
Kegiatan Alam Bebas
Pendidikan Lingkungan HIdup
Botani and Zoologi
Survival
Pentingnya Survival Kit
Pengertian Dasar Mountaineering
Kegunaan dan Cara Membuat Api
Pengetahuan Navigasi
Jebakan (Trap)
SAR
Fisiologi Tubuh Saat Mendaki
Penyakit Karena Alam atau Pegunungan
Aturan Penyelamatan Diri Dalam Keadaan Berbahaya
Senin, 22 April 2013
Pentingnya Survival Kit
Pentingnya Survival Kit
Survival Kit adalah Peralatan dan
perlengkapan yang digunukan dalam keadaan Survival atau dalam keadaan bertahan
hidup di Alam Bebas.
Survival Kit, tentunya itu bukan
hanya sekedar nama saja, hal tersebut bisa dikatakan hal yang paling diutamakan
dalam kegiatan Mendaki Gunung, Tetapi masih banyak orang yang menganggap dan
seringkali menganggab reme hal tersebut.
Membawa benda-benda untuk alat
bertahan hidup di alam bebas Survival Kit sewaktu bepergian, Memang rasanya
ribet atau bikin repot. Tapi bagi kita yang mempunyai hobi di alam bebas
sebagai penggiat pecinta alam, harus dapat mengantisipasi suatu keadaan darurat
sampai hal yang kecil sekalipun sangat diperlukan. Telah banyak kejadian yang
diakibat karena ketidak siapanya Survival Kit saat melakukan aktifitas alam
bebas yakni membuktikan pada peristiwa kecelakaan di laut dan udara,korban yang
kebetulan selamat kebanyakan tidak siap bertahan hidup. Padahal upaya
penyelamatan oleh tim SAR atau polisi belum tentu datang segera.
Dalam keadaan Survival (Bertahan
Hidup di Alam Bebas) tentunya tak ada pilihan, korban harus bertahan hidup di
alam yang sama sekali asing. Jika tanpa persiapan Survival Kit, ditambah
kelelahan mental dan fisik, nyawa bisa jadi taruhannya. Hal ini secara tidak
langsung dan juga tidak dapat kita duga dapat terjadi pada siapa saja dan di
mana saja. Bagimana jika mimpi buruk tersebut terjadi pada kita apa yang dapat
kita lakukan dan kita perbuat jika kita berada dalam keadaan tersebut.
Persiapan menghadapi situasi buruk sebenarnya sederhana. Sebelum perjalanan,
paling tidak menyiapkan kotak Survival Kit beserta perlengkapan penyelamatan diri yang standar .
Dalam melakukan perjalanan kita
harus mempersiapkan bekal pribadi, terutama peralatan bertahan hidup dan
beberapa Survival Kit juga harus memadai. Barang-barang kecil yang amat vital
harus tersedia seperti lampu senter, korek api, pisau lipat kecil, peralatan
jahit, pluit, tisu basah, perlengkapan P3K, obat-obatan, dan lain sebagainya.
Meski perjalanan dirasa tidak terlalu jauh, biasakan juga selalu membawa
makanan dan minuman cadangan. Setelah Survival Kit semuanya siap, tempatkan
peralatan dan perlengkapan tadi kedalam sebuah wadah atau tas yang memenuhi
syarat, seperti cukup ringan, kuat dan tahan air. Buat perbedaan antara wadah
tadi dengan tas atau barang-barang lain, agar mudah dikenali. Tempatkan juga di
runag yang mudah terjangkau, jangan sampai kita bingung harus memprioritaskan
barang mana yang harus diselamatkan saat kecelakaan.
Survival Kit bukan hanya
digunakan pada saat kita mengalami Sruvival, tetapi disetiap jalur atau
perjalan yanga akan ditempuh tentunya pasti akan digunakan misalnya, pada ssat
ingin memotong sesuatu tentunya harus menggunakan Survival Kit. maka dari itu
hal yang sangat wajib dalam dunia kepecintaalaman selain mematuhi KODE ETIK,
yakni memahami betapa pentingnya sebuah Survival kit.
http://www.infopecintaalam.com
ATURAN PENYELAMATAN DIRI DALAM KEADAAN BERBAHAYA
ATURAN PENYELAMATAN DIRI DALAM KEADAAN BERBAHAYA
1. PERCAYA DIRI
Orang yang dapat menyelamatkan diri tidak
terjebak pada perangkap ketakutan yang mematikan, yaitu ketakutan yang tidak
termobilisasi atau penyangkalan terhadap ketakutan. Banyak orang yang
seharusnya selamat dalam tragedi World Trade Center pada tanggal 11 September
2001 tewas, karena mereka hanya diam dengan patuh untuk menunggu pertolongan
dan bukan berusaha untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Dan banyak diantara
mereka yang dikuasai rasa panik. Panik disini tidak selalu berarti berlari
kesana-kemari dengan menjerit-jerit, namun bisa berarti diam dengan tidak
melakukan apapun . Para penyelidik kecelakaan pesawat sering menemukan bahwa
para penumpang ternyata ditemukan mati dengan keadaan masih terikat erat di
tempat duduk mereka. Orang yang dapat menyelamatkan diri sebaliknya menyadari
keadaan mereka, “Saya benar-benar dalam keadaan yang membahayakan diri saya dan
saya akan berusaha untuk menyelamatkan diri saya.”
Dalam lima menit pertama sejak kecelakaan
terjadi, sang korban dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang penting. Presepsi
dan fungsi kognitif seseorang yang dapat menyelamatkan diri berada dalam
tingkat yang tinggi saat ia menghadapi bahaya. Dengan dipacu oleh ancaman atas
nyawanya, seseorang yang dapat menyelamatkan diri mengetahui keadaan sekitar
mereka sampai ke hal-hal yang terkecil, selain itu merekapun meyakini naluri
mereka. Joe Simpson, seorang pemanjat tebing dari Inggris yang baru saja
menjejakkan kaki di gunung berketinggian 21.000 kaki di negara Peru, terjatuh
dan mengalami patah kaki. Hal pertama yang muncul dalam benaknya adalah mungkin
dia hanya keseleo. Tetapi beberapa saat kemudian dia berkata pada dirinya
sendiri,”Kakiku patah, aku akan mati.” Orang yang dapat menyelamatkan dirinya
tidak menyangkal kebenaran. Hanya dengan menyadari luka yang dia alami, Simpson
mampu untuk menjalani tantangan yang mengerikan di hadapannya.
2. TETAP TENANG
Dalam keadaan yang kritis, orang yang dapat
menyelamatkan diri tidak dikuasai oleh rasa takut tapi mereka akan memanfaatkan
rasa takut tersebut. Rasa takut yang mereka rasakan seringkali berubah menjadi
rasa marah yang akan memotivasi mereka dan membuat mereka dapat berpikir dengan
cerdik. Aron Ralston, seorang pemanjat gunung yang harus memotong tangannya
untuk melepaskan diri dari batu besar yang telah menjepitnya di sebuah lembah
celah di Utah, semula menjadi panik dan membantingkan tubuhnya ke batu yang
telah menjepit tangannya. Tapi dia segera berhenti melakukan hal tersebut dan
menarik nafas panjang untuk kemudian memperhatikan pilihan-pilihan yang dia
miliki. Dia menghabiskan waktu hingga lima hari untuk dapat meyakinkan dirinya
untuk menentukan apa yang harus dia lakukan untuk dapat menyelamatkan dirinya.
Seseorang yang dapat menyelamatkan dirinya sangat mneyadari bahwa mereka harus
tetap tenang. Mereka harus berusaha menghindar dari emosi ingin memberontak
yang terlalu meluap-luap.
Dan dengan menghadapi keadaan
genting, mereka juga dapat mengatasi penderitaan yang mereka rasakan dengan
baik. Dalam buku In Touching The Void, Joe Simpson mengungkapkan penderitaan
yang dia hadapi di Peru. Dia menulis bahwa dia dapat menyesuaikan diri dengan
rasa sakit terus menerus yang dia rasakan yang disebabkan oleh kakinya yang
terluka dan patah yang menjadi penghalang baginya untuk dapat menuruni gunung
tersebut. James Stockdale, seorang pilot tempur yang ditembak jatuh di Vietnam
dan menghabiskan waktu delapan tahun di Hanoi Hilton, julukan bagi camp
penjaranya, yakin bahwa dengan membiasakan diri dengan rasa sakit adalah alat
yang paling penting bagi orang yang dapat menyelamatkan dirinya, Anda harus
mengalami rasa sakit. Tidak boleh ada kata tidak.
3. BERPIKIR, MENGANALISA,
MERENCANAKAN
Orang yang harus menyelamatkan diri dalam
jangka panjang dengan cepat akan mengorganisir, menentukan rutinitas yang harus
mereka lakukan dan menetapkan disiplin. Dalam kelompok orang-orang yang sedang
menyelamatkan diri, akan muncul seorang pemimpin. Seorang yang menyelamatkan
diri seorang diri seringkali mengisahkan bahwa mereka mendengar sebuah suara
yang mengendalikan situasi mereka. Sementara fenomena mendengar suara dapat
mengindikasikan turunnya kondisi mental di dalam kedaan tertentu, hal tersebut
juga mudah dijelaskan dalam dua fungsi otak : emosi dan akal. Dalam kasus-kasus
tertentu dengan bahaya yang sangat fatal, emosi seringkali mengambil alih. Tapi
seorang yang dapat menyelamatkan diri mengesampingkan emosi dan membiarkan akal
yang bekerja dan mereka membuat diri mereka menjadi dua pribadi yang berbeda
dimana mereka akan melaksanakan ide yang menurut mereka masuk akal.
Steve Callahan, seorang pelaut
dan pembuat kapal, sedang dalam pelayaran tunggal di samudera Atlantik di tahun
1982 saat kapalnya tiba-tiba mengalami masalah dan mulai tenggelam. Terombang
ambing selama 76 hari di atas sebuah sekoci seluas lima kaki, dia melakukan
pelayaran penyelamatan dirinya dengan dipimpin oleh seorang kapten yang memberi
perintah kepadanya dan menjaganya di saat dia sangat membutuhkan air minum.
Bahkan saat dia ingin memberontak. Kaptennya dengan rutin melatih kru tersebut.
Sehingga dalam kendali yang sangat ketat ini dia mampu menyingkirkan pikiran
bahwa situasinya tidak mempunyai harapan. Dia harus terombang-ambing sejauh
1800 mil di dataran Karibia dan mengambil langkah-langkah pertama yang harus
dilakukan dengan pikiran yang jernih dalam mencapai penyelamatan dirinya, juga
menganalisa situasinya dan memformulasikan perencanaan yang akan dia jalani.
4. MENGAMBIL TINDAKAN
Orang yang menyelamatkan diri mau mengambil
resiko untuk menyelamatkan diri mereka dan orang lainnya. Namun mereka pun
berani dan menyadari apa yang akan mereka lakukan. Callahan tidak mengerti
mengapa kapalnya yang kecil tiba-tiba dipenuhi dengan air, mungkin terbentur
oleh ikan paus. Tapi saat kapal tersebut mulai tenggelam dia tidak hanya diam
memandang kapalnya dengan rasa tidak percaya. Dengan mempertaruhkan nyawanya
untuk menyelamatkan diri, dia masuk ke dalam kabin yang gelap dan telah
dipenuhi air untuk dapat mengambil barang-barangnya yang berharga. Dia muncul
kembali dengan membawa “tas alat-alat darurat” berisi survival gear dan
sleeping bag nya yang basah, dimana jika tanpa alat-alat tersebut dia tidak
dapat menyelamatkan dirinya.
Lauren Elder, adalah satu-satunya
orang yang selamat dari kecelakaan pesawat di dataran tinggi Sierra, California.
Terdampar di puncak dengan ketinggian 12.000 kaki, dengan satu lengan yang
patah, dia dapat melihat lembah Saint Joaquin di bawahnya, tapi dia terpisah
oleh alam liar yang luas dan tebing es yang menyeramkan.
Dengan hanya mengenakan rok panjang, sebuah
kemeja, dan sepatu boot dengan hak setinggi dua inci, dia merangkak “dengan
kedua tangan dan kakinya” seperti yang dia katakan kemudian, “menjaga
keseimbangan di antara lempengan es, meninju dengan tangan dan kakinya.”
Dia harus memanjat tebing selama
36 jam, suatu hal yang tampak mustahil baginya. Namun Elder hanya memikirkan
batu yang didepannya selangkah demi selangkah. Orang yang dapat menyelamatkan
dirinya dapat memecahkan apa yang mereka lakukan setahap demi setahap sesuai
dengan apa yang dapat mereka lakukan.
Merekapun terobsesi untuk dapat melakukannya
dengan baik (Elder selalu menguji terlebih dahulu setiap pijakan yang akan dia
lewati sebelum dia melangkah maju dan sering mengambil waktu untuk
beristirahat. Orang yang dapat menyelamatkan diri berusaha hanya membuat
sedikit kekeliruan. Mereka hanya melakukan apa yang sesuai dengan kekuatan
mereka dalam waktu tertentu dari jam ke jam dari waktu ke waktu.
5. RAYAKAN KEBERHASILAN ANDA
Orang yang dapat menyelamatkan diri akan
mendapatkan sukacita yang luar biasa dengan pencapaian yang mereka raih,
sekecil apapun itu. Hal tersebut dapat menghindarkan mereka dari rasa putus asa
yang mematikan dan menjaga mereka untuk terus termotivasi. Sukacita juga
melepaskan diri mereka dari stuasi yang mengancam yang tidak dapat dilukiskan
dengan kata-kata. Elder berkata bahwa saat telah berhasil menuruni lereng es
pertama, dia memandang ke atas lereng tersebut dan hampir tidak percaya atas
apa yang telah dia lakukan, dia berkata pada dirinya sendiri, “Lihat apa yang
telah kamu lakukan.” Saya berseru keras hingga terdengar hingga ke lereng di
bawah saya. Bahkan dengan lengannya yang patah, Elder merasakan rasa senang
yang luar biasa menjadi teman setianya dalam perjalanannya untuk menyelamatkan
dirinya. Hitunglah apa yang kamu miliki, kamu masih tetap hidup.
6. JADILAH ORANG YANG
MENYELAMATKAN BUKAN MENJADI KORBAN
Orang yang menyelamatkan diri selalu melakukan
hal yang sama bagi orang lain, bahkan jika orang tersebut berada ratusan mil
jauhnya. Saat penulis Antone de Saint Exupery terdampar di gurun Libya setelah
pesawat ekspedisinya mengalami kerusakan mesin, dia memikirkan apa yang akan
terjadi dengan istrinya jika dia menyerah dan tidak kembali.
Yossi Ghinsberg seorang pendaki gunung
kebangsaan Israel, tersesat di hutan Bolivia lebih dari dua minggu setelah
terpisah dengan teman-temannya. Dia berhalusinasi bahwa dia ditemani seorang
wanita cantik yang selalu menemaninya setiap malam dalam perjalanannya. Apapun
yang dia lakukan, dia lakukan bagi wanita tersebut.
7. MENIKMATI PERJALANAN UNTUK
MENYELAMATKAN DIRI
Nampaknya hal ini bertolak belakang dengan
keadaan yang ada, namun dalam situasi yang paling sulitpun, orang yang dapat
menyelamatkan dirinya menemukan sesuatu yang dapat dinikmati, sesuatu yang
dapat dia lakukan. Penyelamatan diri dapat berarti penantian yang membosankan
menjadi sesuatu yang menyenangkan. Elder tertawa terbahak-bahak saat dia
menyadari betapa dia takut bahwa seseorang akan melihat ke dalam roknya saat
dia memanjat tebing. Bahkan saat kapal Callahan tenggelam, dia hanya berhenti
tertawa saat dia harus menyelipkan pisau di mulutnya saat harus menaiki rakit
seperti seorang bajak laut.
Uji coba yang dilakukan dengan
bermain dalam kedaan yang genting juga akan menghasilkan penemuan dan penemuan
akan menghasilkan teknik atau strategi yang baru yang akan menyelamatkan anda.
Saat melewati tebing yang hampir vertikal di Peru, Joe simpson menciptakan
irama saat dia mengayunkan kapaknya, menjatuhkan tangannya yang lain ke atas
permukaan es dan lalu melakukan lompatan yang mengerikan dengan kakinya yang
masih sehat. “Saya dengan cermat terus mengulang pola irama tersebut,”
tulisnya, “Saya mulai merasa terlepas dari keadaan di sekeliling saya.”
Menyanyi, membayangkan permainan,
mengingat puisi, menghitung dan mencoba menemukan solusi matematika yang sulit,
akan membuang rasa jenuh karena menunggu dan akan membuat situasi jadi lebih
menyenangkan, bahkan saat ada rasa takut yang mengancamnya. Di dalam
penjaranya, James Stockdale menulis, “Orang yang melewati tragedi seperti ini
dengan banyak puisi yang dapat diingat adalah orang yang mempunyai karunia.”
Orang yang dapat menyelamatkan diri mengatur
masa kritis yang dia alami hampir seperti seorang olahragawan dengan olahraga
yang dia tekuni. Mereka terikat pada jimat-jimat. Mereka menemukan hal yang
hanya dirasakan oleh seorang yang ahli, “zona” dimana emosi dan akal saling
seimbang untuk menghasilkan satu tindakan yang dapat berubah-rubah.
8. MELIHAT KEINDAHAN
Orang yang menyelamatkan diri terpesona dengan
keajaiban dunia mereka, khususnya saat menghadapi bahaya kematian. Ungkapan
kekaguman akan keindahan, perasaan terpesona, membuka kesadaran akan keadaan di
sekitar mereka (saat anda terpesona oleh sesuatu yang indah, pupil mata anda
akan membesar). Debbie Kiley dan empat orang lainnya terombang ambing di lautan
Atlantik, setelah kapal mereka tenggelam dalam badai pada tahun 1982. Mereka
tidak mempunyai persediaan makanan, tidak mempunyai air minum dan dapat saja
mati. Dua orang diantara mereka meminum air laut dan mulai menjadi gila. Ketika
salah seorang dari mereka melompat dari papan ke laut, segera dia dimakan oleh
ikan hiu di bawah papan mereka. Kiley merasa jika dia memandang terus ke laut,
maka diapun dapat menjadi gila, maka dia berkata pada dirinya sendiri, “Lihat
ke langit, disana tampak sangat indah.”
Saat pesawat Saint Exupery terjatuh di gurun,
dia menyadari bahwa dia dalam bahaya, namun dia berkata dalam hati : “Disini
kita berada, akan mati, namun kematian tidak dapat dibandingkan dengan
kenikmatan yang saya rasakan. Sukacita yang saya dapat dari setengah buah jeruk
yang saya genggam adalah sukacita yang terbesar yang pernah saya rasakan.”
9. MENYERAHKAN DIRI
Ya, anda pasti akan mati. Dalam kenyataanya,
anda akan mati, semua orang akan mati walaupun mungkin tidak harus hari ini. Di
hari ketiga saat dia terjepit di dalam jurang, Ralston telah kehabisan makanan
dan air minum dan dia tahu bahwa dia akan mati jika dia tidak dapat melepaskan
dirinya. Namun hal tersebut membawanya menjadi tenang bukan menjadi merasa
menderita. “Saya menerima kematian dengan rasa damai,” katanya. Dalam berbagai
cara, fase perjalanan penyelamatan bersama berhubungan dengan tahap-tahap
kematian dijelaskan dalam buku yang terkenal On Death and Dying (Dalam
Menghadapi Kematian) ditulis oleh Elizabeth Kublerloss adalah penyangkalan,
kemarahan, penawaran, depresi, dan penerimaan. Hanya dengan menerima kematian,
banyak orang yang menyelamatkan diri mengatakan bahwa mereka mampu untuk
berjuang dan bertahan hidup. Salah seorang psikolog dalam hal penyelamatan diri
menyebutkan “Menyerahkan tanpa menyerah. Penyelamatan diri dilakukan oleh orang
yang menyerahkan diri.”
10. YAKIN BAHWA ANDA AKAN
BERHASIL
Dalam perjalanan tahap selanjutnya, orang yang
menyelamatkan diri mendapat semangat dari keyakinan bahwa dia akan selamat.
“Selama dua hari berakhir pada saat saya terjepit di jurang,” kenang Aron
Ralston, “Saya merasa sebuah energi yang sangat meningkat memasuki diri saya
walaupun waktu itu saya telah kehabisan makanan dan minuman.” Segera setelah
itu, dia menemukan kekuatan untuk memotong tangannya yang telah mati. Elder
juga menemukan kekuatan ketika waktu terus berjalan : “Saat itu seolah-olah
saya telah mendapatkan energi yang tidak ada batasnya.”
11. LAKUKAN APAPUN YANG PERLU
DILAKUKAN
Elder memanjat dan menuruni tebing es dan batu
karang tanpa alat-alat dan pengalaman. Simpson menyeret kakinya yang patah
sejauh bermil-mil untuk kembali ke posnya. Ralston memotong tangannya sendiri
untuk membebaskan dirinya. Orang yang menyelamatkan diri memiliki apa yang
disebut para psikolog sebagai pengetahuan-meta: Mereka mengetahui kemampuan
mereka, dan tidak merendahkan atau melebih-lebihkannya. Mereka yakin bahwa segala
seuatu adalah mungkin dan karena itu mereka harus bertindak.
Mereka seringkali mengucapkan
sebuah mantera untuk menolong mereka, saat Yossie Ghinsberg hilang di hutan
Bolivia, ia menuliskan,”Ketika saya putus asa, saya membisikkan mantera di
telinga saya “Lelaki sedang beraksi, lelaki sedang beraksi,” saya tidak tahu
darimana saya mendapatkan kata-kata tersebut? saya ulangi terus kata-kata
tersebut : “Seorang lelaki yang beraksi dapat melakukan apapun yang harus dia
lakukan dengan tidak takut dan khawatir.”
12. TIDAK PERNAH MENYERAH
Saat kantung oksigen Apollo 13 meledak dalam
perjalanannya ke bulan pada tahun 1970, tampaknya kru yang ada dalam pesawat
itu berada di ambang kematian. Komandan James Lovell memutuskan untuk terus
menyampaikan semua data ke pusat kendali bahkan jika pesawat tersebut terbakar
dalam perjalanan pulang. Callahan, Elder, Ghinsberg, Kiley, Ralston, Saint
Exupery, Simpson, Stockdale “semuanya sama-sama menentukan dan mengetahui
kebenaran akhir ini ” jika kamu tetap hidup, masih ada yang dapat kamu lakukan.
Orang yang menyelamatkan diri
tidak mudah dilemahkan oleh kemunduran. Saat mereka merasa bimbang, mereka akan
mendorong diri mereka untuk melakukan sebuah proses dari awal kembali. Mereka
menjaga diri mereka untuk tetap bersemangat dengan mengembangkan sebuah
alternatif yang diciptakan dari daya ingatan yang kaya, dimana mereka dapat
menyelamatkan diri. Mereka melihat kesempatan dalam kesengsaraan. Dalam keadaan
yang buruk, orang yang dapat menyelamatkan diri dapat belajar dan menyukai uji
coba yang mereka alami. Elder mengatakan, “Saya tidak akan menjual perjalanan
yang saya alami dengan apapun. Bahkan kadang-kadang saya merindukannya. Saya
merindukan kejelasan dalam mengetahui dengan tepat apa yang harus saya lakukan
selanjutnya.”
Mereka yang dapat menyelamatkan
diri dari bahaya dunia ini, baik itu dalam permainan, bisnis ataupun perang,
melalui penyakit atau tragedi akan melakukannya melalui suatu perubahan. Tetapi
hal tersebut tidak muncul begitu saja saat dibutuhkan. Hal tersebut muncul dari
pengalaman seumur hidup, sikap dan tindakan yang kita lakukan yang membentuk
kepribadian seseorang, pusat dimana kekuatan yang dibutuhkan bersumber.
Pengalaman penyelamatan diri adalah anugerah yang tidak dapat dibandingkan, dan
akan menunjukkan siapa sebenarnya anda.
(sumber : eigeradventure.com)
Jumat, 19 April 2013
Fisiologi Tubuh Saat Mendaki Gunung
Fisiologi Tubuh Saat Mendaki
Gunung atau dengan kata lain Kondisi tubuh saat melakukan pendakian merupakan
suatu hal yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum melakukan pendakiian,
agar hal-hal yang tidak diharapkan minim akan terjadi.
Mendaki Gunung adalah suatu
perjuangan, dimana perjuangan seorang atau sekelompok manusia melawan
ketinggian dan segala konsekuensinya. Dengan berubahnya ketinggian tempat, maka
kondisi lingkungan pun jelas akan berubah. Anasir lingkungan yang perubahannya
tampak jelas bila dikaitkan dengan ketinggian adalah suhu dan kandungan oksigen
udara. Semakin bertambah ketinggian maka suhu akan semakin turun dan kandungan
oksigen udara juga semakin berkurang.Fenomena alam seperti ini beserta
konsekuensinya terhadap keselamatan jiwa kita, itulah yang teramat penting kita
ketahui dalam mempelajari proses Fisiologi Tubuh Saat Mendaki Gunung. Banyak
kecelakaan terjadi di pegunungan akibat kurang pengetahuan, kurana pengalaman
dan kurang lengkapnya sarana penyelamat.
Beberapa hal dalam mengetahui
Fisiologi Tubuh Saat Mendaki Gunung, yang perlu diperhatikan dan tentunya
sangat dianjurkan untuk diaplikasikan, yakni :
Konsekuensi Penurunan Suhu
Manusia termasuk organisme berdarah panas (poikiloterm), dengan demikian
manusia memiliki suatu mekanisme thermoreguler untuk mempertahankan kondisi
suhu tubuh terhadap perubahan suhu lingkungannya. Namun suhu yang terlalu
ekstrim dapat membahayakan. Jika tubuh berada dalam kondisi suhu yang rendah,
maka tubuh akan terangsang untuk meningkatkan metabolisme untuk mempertahankan
suhu tubuh internal (mis : dengan menggigil). Untuk mengimbangi peningkatan
metabolisme kita perlu banyak makan, karena makanan yang kita makan itulah yang
menjadi sumber energi dan tenaga yang dihasilkan lewat oksidasi.
Konsekuensi Penurunan Jumlah
Oksigen Oksigen bagi tubuh organisme aerob adalah menjadi suatu konsumsi vital
untuk menjamin kelangsungan proses-proses biokimia dalam tubuh, konsumsi dalam
tubuh biasanya sangat erat hubungannya dengan jumlah sel darah merah dari konsentrasi
haemoglobin dalam darah. Semakin tinggi jumlah darah merah dan konsentrasi
Haemoglobin, maka kapasitas oksigen respirasi akan meningkat. Oleh karena itu
untuk mengatasi kekurangan oksigen di ketinggian, kita perlu mengadakan latihan
aerobic, karena disamping memperlancar peredaran darah, latihan ini juga
merangsang memacu sintesis sel-sel darah merah.
Kesegaran Jasmani Kesegaran
jasmani adalah syarat utama dalam pendakian. Komponen terpenting yang ditinjau
dari sudut faal olahraga adalah system kardiovaskulare dan
neuromusculare.Seorang pendaki gunung pada ketinggian tertentu akan mengalami
hal-hal yang kurang enak, yang disebabkan oleh hipoksea (kekurangan oksigen),
ini disebut penyakit gunung (mountain sickness). Kapasitas kerja fisik akan
menurun secara menyolokpada ketinggian 2000 meter, sementara kapasitas kerja
aerobic akan menurun (dengan membawa beban 15 Kg) dan juga derajat aklimasi
tubuh akan lambat.Mountain sickness ditandai dengan timbulnya gejala-gejala :
Merasakan sakit kepala atau pusing-pusing
Sukar atau tidak dapat tidur
Kehilangan control emosi atau
lekas marah
Bernafas agak berat/susah
Sering terjadi penyimpangan
interpretasi/keinginannya aneh-aneh, bersikap semaunya dan bisa mengarah
kepenyimpangan mental.
Biasanya terasa mual bahkan
kadang-kadang sampai muntah, bila ini terjadi maka orang ini harus segera
ditolong dengan memberi makanan/minuman untuk mencegah kekosongan perut.
Gejala-gejala ini biasanya akan
lebih parah di pagi hari, dan akan mencapai puncaknya pada hari kedua. Apabila
diantara peserta pendakian mengalami gejala ini, maka perlu secara dini
ditangani/diberi obat penenang atau dicegah untuk naik lebih tinggi. Bilamana
sudah terlanjur parah dengan emosi dan kelakuan yang aneh-aneh serta tidak
peduli lagi nasehat (keras kepala), maka jalan terbaik adalah membuatnya
pingsan.Pada ketinggian lebih dari 3000 m.dpl, hipoksea cerebral dapat
menyebabkan kemampuan untuk mengambil keputusan dan penalarannya menurun. Dapat
pula timbul rasa percaya diri yang keliru, pengurangan ketajaman penglihtan dan
gangguan pada koordinasi gerak lengan dan kaki. Pada ketinggian 5000 m,
hipoksea semakin nyata dan pada ketinggian 6000 m kesadarannya dapat hilang
sama sekali.
Program Aerobik Program/latihan
ini merupakan dasar yang perlu mendapatkan kapasitas fisik yang maksimum pada
daerah ketinggian. Kapasitas kerja fisik seseorang berkaitan dengan kelancaran
transportasi oksigen dalam tubuh selai respirasi.Kebiasaan melakukan latihan
aerobic secara teratur, dapat menambah kelancaran peredaran darah dalam tubuh,
memperbanyak jumlah pembuluh darah yang mrmasuki jaringan, memperbanyak
sintesis darah merah, menambah kandungan jumlah haemoglobin darah dan juga
menjaga optimalisasi kerja jantung. Dengan terpenuhinya hal-hal tersebut di
atas, maka mekanisme pengiriman oksigen melalui pembuluh darah ke sel-sel yang
membutuhkan lebih terjamin.Untuk persiapan/latihan aerobic ini biasanya harus
diintensifkan selama dua bulan sebelumnya. Latihan yang teratur ternyata juga
dapat meningkatkan kekuatan (endurance) dan kelenturan (fleksibility) otot,
peningkatan kepercayaan diri (mental), keteguhan hati serta kemauan yang keras.
Didalam latihan diusahakan denyut nadi mencapai 80% dari denyut nadi maksimal,
biasanya baru tercapai setelah lari selama 20 menit. Seorang yang dapat
dikatakan tinggi kesegaran aerobiknya apabila ia dapat menggunakan minimal
oksigen per menit per Kg berat badan. Yang tentunya disesuaikan dengan usia
latihan kekuatan juga digunakan untuk menjaga daya tahan yang maksimal, dan
gerakan yang luwes. Ini biasanya dengan latihan beban, Untuk baiknya dilakukan
aerobic 25-50 menit setiap harinya.
Selasa, 09 April 2013
PENYAKIT KARENA ALAM ATAU PEGUNUNGAN
PENYAKIT KARENA ALAM ATAU PEGUNUNGAN
Mountain sickness
Penyebab :
Turunnya kadar oksigen pegunungan, penyebab turunya oksigen dalam darah dan
akan berakibat langsung ke otak.
Tanda-tanda :
Mual, muntah, haus, napas tersengal-sengal, lemah, turun nafsu makan, pucat
(kebiruan pada bibirdan kuku), pusing dan sakit kepala.
Pertolongan :
Prinsipnya alirkan lebih banyak oksigen kedalam pernafasan dengan cara :
- Menggunakan
tabung oksigen.
- Turunkan
kembali ke tempat yang lebih rendah.
- Berusaha
sendiri untuk bernafas lebih cepat dan lebih dalam (agar oksigen dapat
terhisap lebih banyak). Hati-hati karena semakin pusing dan mual.
- Berjalan pelan-pelan, ambil istirahat setiap langkah, hal ini dapat mengurangi kebutuhan oksigen.
Frostbite (kekakuan atau membekunya anggota tubuh)
Frostbite adalah membekunya sebagian organ tubuh
yang terpapar oleh suhu dingin yang berlebihan. Organ yang terkena biasanya
adalah ujung-ujung jari kaki dan tangan, cuping telinga, cuping hidung, dan
dagu. Tanda-tanda organ yang mengalami frostbite adalah kulitnya pucat dan
keras dimana jika terkelupas akan tampak jaringan di bawahnya yang berwarna
merah dan nyeri. Organ tersebut biasanya mati rasa.
Penyebab :
Hawa dingin atau es (salju), frosbite sering terjadi diujung jari tangan,
atau kaki, mungkin letaknya yang jauh dari jantung, sehingga aliran darah
minimal.
Indikasi :
Kulit terasa keras dan berwarna abu-abu putih, terasa sakit dan lama
kelamaan menghilang.
Pertolongan :
- Segera
hindari pajanan lebih lanjut terhadap dingin, pindahlah ke area yang lebih
hangat.
- Letakkan
bagian yang sakit pada anggota tubuh lain yang hangat (ketiak atau
selangkangan), karena mudah menyebabkan kematian jaringan-jaringan. Jika
dimungkinkan, hangatkan organ yang terkena di dalam wadah yang berisi air
hangat. Hangatkan secara perlahan sampai kulitnya berubah menjadi memerah
(kurang lebih 45 menit).
- Jangan
pernah menggosok atau menggaruk daerah yang mengalami frostbite karena
dapat menyebabkan cedera jaringan lebih lanjut.
- Jangan
menyentuhkan bagian tersebut ke api, lampu atau batu panas karena akan
mengakibatkan kerusakan yang lebih parah.
- Jika
mati rasa tetap berlanjut selama proses penghangatan segera ke rumah sakit
- Berikan makanan dan minuman hangat (non alcohol). Usahakan menggerak-gerakan bagian yang terkena.
Selain akibat paparan suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, hal-hal
tersebut diatas juga dapat timbul akibat dehidrasi, penggunaan alkohol,
gangguan jantung serta penggunaan obat-obatan. Di bawah ini adalah jenis
obat-obatan yang dapat menimbulkan gangguan seperti gangguan yang ditimbulkan
akibat pajanan panas yang berlebihan, antara lain:
- Anti
histamin (obat alergi)
- Anti
kolinergik (obat batuk dan obat untuk masalah berkemih dan pencernaan)
- Obat
jantung dan tekanan darah
- Amfetamin
(obat diet)
- Antikonvulsan
(obat kejang)
Oleh karena itu, sebaiknya jika akan memakai obat-obatan tersebut di atas,
akan lebih baik bila berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter anda.
Langganan:
Postingan (Atom)